Bek andalan Juventus dalam menjaga kedalaman lini pertahanan, Andrea Barzagli dipastikan mengalami cedera paha. Namun, sang pemain terlebih dahulu harus melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, guna melihat seberapa parah cedera yang dialaminya.

Andrea Barzagli

Andrea Barzagli alami cedera paha pada pertandingan Juventus vs Crotone dinihari tadi

Pemain yang berposisi sebagai bek sentral tersebut terpaksa mendapatkan perawatan, ketika dirinya membela Juventus dalam laga melawan Crotone pada hari Kamis dinihari tadi. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Dalam lanjutan matchday 23 yang dihelat di Stadio Ezio Scida tersebut, sejatinya Barzagli hanya bermain selama 12 menit sebelum laga selesai. Namun, di penghujung laga, sang pemain mengalami kesakitan di daerah paha.

Sang manajer Si Nyonya Tua Massimiliano Allegri membenarkan bahwa pemain andalannya tersebut mengalami cedera paha dan berharap cederanya tidak akan memakan waktu perawatan yang lama.

“Benar, Barzagli memberitahukan kepada saya bahwa dirinya mengalami kesakitan di bagian paha. Saya berharap, bahwa dia akan baik-baik saja. Namun, untuk memastikan hal tersebut, Barzagli harus melakukan sejumlah pemeriksaan medis,” ujar pelatih asal Italia.

Adapun dalam laga yang dihelat pada Kamis dinihari, I Bianconeri sukses membawa pulang poin penuh berkat dua gol tanpa balas yang dilesakkan oleh Mario Mandzukic dan striker anyar Gonzalo Higuain pada babak kedua.

Dengan kemenangan tersebut, Juventus semakin kokoh di puncak klasemen, dengan selisih jarak yang cukup lebar dari AS Roma di posisi kedua yakni sebesar tujuh angka.

Proses Penanganan Cedera Pemain Sepakbola

Sepakbola merupakan jenis olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik tubuh. Sehingga, benturan antar pemain tidak dapat dihindari. Dengan demikian, cedera dapat dialami oleh setiap pemain sepakbola.

Tim Medis

Pemain sepakbola yang mengalami cedera harus segera mendapatkan perawatan dari tim medis

Termasuk Andrea Barzagli, yang hanya bermain selama 12 menit saat laga antara Juventus melawan Crotone pada hari Kamis dinihari tadi.

Pemain yang mengalami cedera harus mendapatkan perawatan tim medis, agar dapat kembali merumput. Namun, sebelum mengobati cedera, sang pemain harus terlebih dahulu dilarikan ke rumah sakit. Tujuannya untuk mengetahui apakah cedera yang dialaminya itu dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Setelah dicek oleh tim dokter dan menyatakan bahwa sebuah cedera yang dialami oleh seorang pemain, maka langkah berikutnya adalah memberikan pengobatan cedera tersebut dengan dua cara, yakni sistem RICE dan Tradisional.

Proses Penyembuhan Cedera Dengan Sistem Rice

RICE merupakan singkatan dari Rest (Istirahat), Ice (Es), Compression (Kompres) dan Elevation (Elevasi). Setiap komponen memiliki peran dan fungsi masing-masing untuk proses penyembuhan cedera pemain sepakbola.

RICE

RICE merupakan salah satu cara untuk mengobati cedera para pemain sepakbola

  • Rest (Istirahat)

Tahap pertama dalam sistem RICE adalah Rest yang berarti mengistirahatkan. Adapun tujuannya yakni agar bagian extremitas yang mengalami cedera tidak bertambah parah ataupun untuk meminimalisir.

Dengan istirahat, maka mampu mengurangi pembengkakan dan nyeri, serta menghindari beberapa gesekan antar sendi, rangka dan otot.

  • Ice (Es)

Penggunaan es ini sangatlah penting dan mutlak harus dilakukan dalam menangani cedera pemain. Dengan menggunakan es, maka dapat mengurangi akibat pembengkakan dan memperparah jaringan tubuh.

  • Compression (Kompres)

Kompres dilakukan dengan cara memberikan balutan berupa bandage ataupun perban ke bagian cedera, dengan tujuan untuk menghindari penumpukan cairan yang dapat mengakibatkan pembengkakan.

Tidak hanya itu saja, kegunaan tahap ketiga ini juga sebagai peng-fiksasi atau penyangga gerakan extremitas supaya tidak bergerak. Tentu hal tersebut berguna agar tidak meluasnya jaringan yang mengalami kerusakan.

  • Elevation (Elevasi)

Terakhir dalam penanganan cedera sistem RICE adalah elevasi, yang memiliki fungsi sebagai fasilitator suplai darah.