Inter Milan vs Roma, Lanjutkan Tren Kemenangan

Serie A pekan ke 26 pada akhir pekan nanti, akan tersaji pertandingan bigmatch yang mempertemukan dua tim raksasa yang saat ini sedang bertarung di papan atas klasemen, yakni laga antara Inter Milan melawan AS Roma.

Inter Milan vs AS Roma

Laga antara Inter Milan melawan AS Roma akan tersaji pada akhir pekan mendatang

Laga yang dihelat di Stadio Giuseppe Meazza, Milano tersebut akan tersaji pada tanggal 27 Februari 2017 dan dimulai pukul 02.45 atau tepatnya hari Senin dinihari mendatang.

Pertandingan tersebut tidak hanya mempertemukan dua tim raksasa asal Italia saja, tetapi juga kedua tim tengah memperjuangkan tempat di tangga klasemen, agar mampu tampil di zona Eropa pada musim depan.

Hingga pekan ke 25, il Nerazzurri masih tertahan di posisi keempat dengan raihan 48 angka, dari rincian 15 memetik kemenangan, tiga meraih hasil imbang dan harus menelan kekalahan sebanyak tujuh laga.

Berjarak hanya enam poin dari Napoli yang berada satu tingkat diatasnya, dan memiliki perolehan poin yang sama dengan Atalanta yang terus menghantui di urutan kelima, hanya kalah selisih gol.

Namun juga hanya terpaut satu angka dari Lazio di posisi keenam, yang mengincar jatah untuk bermain di kompetisi Eropa pada musim depan. Begitu juga dengan rival sekota, AC Milan yang hanya berselisih lima angka saja.

Sementara i Giallorossi hingga matchday ke 25, posisinya berada di posisi kedua dengan mampu mengumpulkan 56 poin, dan terus menempel ketat Juventus yang masih kokoh di puncak klasemen dengan jarak tujuh angka.

Tetapi posisi kedua di tangga klasemen tersebut tidaklah cukup aman. Lantaran hanya berbeda dua poin dari kejaran Napoli yang sementara waktu ini duduk di tempat ketiga.

Baik Inter Milan maupun AS Roma sama-sama akan mengincar kemenangan, demi terus mempertahankan posisinya di tangga klasemen, guna tetap membuka kans juara pada musim ini, maupun juga untuk memastikan agar tampil di kancah Eropa pada tahun depan.

Terlebih, kedua tim pada beberapa pertandingan terakhir mampu memetik kemenangan. Sehingga, baik tim tuan rumah maupun tim tamu, akan berusaha meneruskan tren positif tersebut.

Stefano Pioli Optimis Menang

Inter Milan akan kedatangan tamu di Stadio Giuseppe Meazza pada pekan ke 26 Serie A Italia di akhir pekan nanti, yakni AS Roma. Sang manajer, Stefano Pioli merasa yakin bahwa timnya akan mampu memetik kemenangan.

Stefano Pioli

Stefano Pioli optimis bahwa timnya akan memetik kemenangan

“Kami merasa optimis, pada akhir pekan nanti, meskipun melawan tim yang saat ini tengah berada di tren positif, kami akan memetik hasil maksimal. Karena kami juga sedang berada dalam performa apik di beberapa pertandingan sebelumnya,”

“Terlebih kami bermain di markas sendiri dengan dukungan penuh para fans yang selalu setia. Maka, dengan meraih kemenangan, akan membuat para supporter yang hadir merasa senang,”

“Selain membuat mereka (fans) merasa bahagia, kami juga akan dapat mempertahankan posisi kami di tangga klasemen. Tentu, kami ingin bermain di kompetisi Eropa pada musim depan. Itu target yang realistis untuk kami,” ungkap pelatih asal Italia.

Luciano Spalletti: Kami Akan Bawa Pulang Poin Penuh

Namun, rasa optimis manajer Inter Milan yang meyakini bahwa timnya akan meraih kemenangan, akan mendapatkan hambatan yang sulit dari kubu tamu. Pasalnya, Serigala Ibukota terus meraih kemenangan dan berusaha menggeser posisi Si Nyonya Tua di puncak klasemen.

Luciano Spalletti

Luciano Spalletti yakin bahwa timnya akan mampu membawa pulang poin penuh

“Kami datang kesana dengan kemampuan penuh dan motivasi yang tinggi. Jadi kami rasa bahwa kami akan mampu membawa pulang poin maksimal nanti. Dengan demikian, kasn juara masih terbuka,” ujar Luciano Spalletti.

Florenzi Kesakitan Pada Bagian Lutut

Gelandang andalan Luciano Spalletti di lini tengah permainan AS Roma, Alessandro Florenzi terpaksa melewati satu pertandingan antara timnya melawan Crotone pada pekan ke 24 Serie A Italia akhir pekan lalu, lantaran pada sesi latihan, Ia mengalami kesakitan di area lutut dan harus mendapatkan perawatan.

Alessandro Florenzi

Alessandro Florenzi mengalami cedera ACL

Giallorossi sendiri pada laga yang dihelat di Stadio Ezio Scida, markas Pitagorici mampu membawa pulang poin penuh, setelah Radja Nainggolan dan Edin Dzeko menjadi aktor kemenangan 0-2.

Kini, Roma menempati posisi kedua dengan raihan 53 angka, terpaut hanya tujuh poin dari sang pemuncak klasemen, Juventus.

Pada sesi latihan tersebut, Florenzi sendiri sejatinya masih dalam proses penyembuhan, setelah dirinya melakukan operasi untuk menyembuhkan cedera pada bagian ligamen anterior di lutut kirinya, yang Ia derita sejak tanggal 26 Oktober 2016 lalu.

Namun tetapi, justru latihan itu mengakibatkan lutut bagian kirinya kembali sakit. Sejauh ini, pihak klub belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai kabar terbaru pemain asal Italia tersebut.

“Saat ini, Florenzi harus kembali beristirahat dalam waktu dua hari, setelah itu, Dia akan mendapatkan perawatan, demi menghilangkan rasa sakit yang dideritanya,”

“Mengenai seberapa parah cedera yang Ia alami saat sesi latihan kemarin, akan dicek pada hari Jumat mendatang oleh tim medis. Ia juga akan berkonsultasi dengan seorang spesialis bernama dr. Mariani,” pernyataan klub AS Roma.

Mengenal Cedera Lutut

Sepakbola merupakan sebuah permainan yang mengandalkan kekuatan fisik dan kondisi seorang manusia. Sehingga, benturan tidak dapat dihindarkan, akibatnya, pemain sepakbola harus mengalami cedera.

Cedera ACL

Cedera ACL menjadi momok menakutkan bagi para pemain sepakbola

Kata sebuah ‘cedera‘ menjadi momok tersendiri bukan hanya untuk para pemain olahraga, tetapi juga bagi pelatih hingga jajaran manajemen klub.

Salah satu cedera yang paling banyak dihindari oleh pesepakbola profesional adalah di bagian lutut, atau yang dikenal dengan sebutan ACL (Anterior Cruciate Ligament).

Cedera tersebut membutuhkan waktu penyembuhan yang terbilang sangat lama, mulai dari pemeriksaan, proses pengobatan, rehabilitasi, hingga tentu kembali normal.

Salah seorang spesialis orthopedi dan traumatologi dari Sport Medicine Center RS Royal Progress, Sunter bernama Dr. I Gusti Made Febry Siswanto, SpOT menyebutkan bahwa seorang atlet yang menderita ACL idealnya membutuhkan waktu enam sampai sembilan bulan lamanya. Padahal, hal tersebut setelah atlet melalukan operasi Arthroscopy atau teropong sendi.

“Seseorang atlet yang menderita cedera ACL, harus beristirahat hingga sembuh total paling cepat selama enam bulan. Hal itu setelah atlet tersebut mendapatkan perawatan operasi Arthroscopy,” ujar Siswanto.

Lebih lanjut, Siswanto menjelaskan bahwa operasi teropong sendi dapat dibayangkan dengan bagian lutut dilakukan penyayatan berukuran cukup panjang, sehingga proses penyembuhannya memakan waktu yang sangat panjang.

Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, operasi Arthroscopy saat ini sudah memungkinkan untuk menggunakan kamera berukuran kecil, guna mendeteksi bagian ligamen yang robek. Bahkan, lutut yang disayat sekarang ini tidak melebihi dari 10 mm (milimeter).

Proses Cedera ACL di Indonesia

Di Indonesia sendiri, untuk penanganan seorang atlet yang menderita cedera ACL, sejauh ini belum berkembang begitu pesat layaknya pengobatan dari tim medis di luar negeri. Hal tersebut diungkapkan oleh Siswanto.

Cedera ACL

Proses penyembuhan cedera ACL membutuhkan waktu yang cukup panjang, enam hingga sembilan bulan

“Penanganan cedera ACL di Indonesia belum berkembang dengan baik. Mungkin dikarenakan biaya pengobatan yang sangat mahal, yakni sekitar Rp 60 juta. Biaya tersebut mengingat teknologi yang digunakan dalam proses cedera ACL sangatlah canggih,”

“Dimana alat canggih tersebut tidak dapat digunakan kembali, tidak seperti operasi konvensional yang alatnya dapat disterilkan,” tutup Siswanto.

Laga Lazio vs Milan Berakhir Imbang

Serie A pekan ke 24 telah berakhir dengan laga penutup antara Lazio melawan AC Milan pada tanggal 14 Februari 2017 atau Selasa dinihari lalu. Dimana pertandingan tersebut hanya berakhir imbang 1-1, setelah gol pembuka dari tuan rumah Luvas Biglia di penghujung babak pertama, mampu disamakan lima menit sebelum peluit panjang dibunyikan, melalui Suso.

Lazio vs Milan

Laga Lazio melawan AC Milan berakhir dengan skor 1-1

Dengan hasil seri tersebut, membuat posisi Biancocelesti tidak beranjak naik ataupun turun, tetap bertahan di urutan keenam dengan raihan 44 angka.

Terpaut satu poin dari Atalanta yang berada satu tingkat diatasnya, yang merupakan batas zona Eropa, dan berselisih 16 poin dari Juventus yang masih sangat perkasa duduk di puncak klasemen.

Begitu pula bagi i Rossoneri, tambahan satu angka tersebut hanya mempertahankan posisinya di peringkat ketujuh dengan perolehan poin sebanyak 41 angka.

Butuh empat poin untuk menggeser posisi La Dea yang duduk di posisi kelima, guna mendapat tiket bermain di kancah Eropa pada musim depan.

Namun, tim asuhan Vincenzo Montella harus mewaspadai kejaran Fiorentina yang sementara waktu menduduki posisi kedelapan. Pasalnya, hanya berselisih satu poin.

Pada pertandingan selanjutnya, Lazio akan bertandang ke Stadio Carlo Castellani, markas Empoli pada akhir pekan nanti. Sementara Milan akan bermain di depan para pendukungnya sendiri dan akan menghadapi perlawanan La Viola pada hari Senin dinihari mendatang.

Simone Inzaghi: Seharusnya Kami Meraih Kemenangan

Pertandingan antara Lazio melawan AC Milan pada Selasa dinihari lalu yang berakhir 1-1, membuat sang pelatih tim tuan rumah Simone Inzaghi merasa kecewa. Pasalnya, dirinya yakin bahwa timnya akan mampu meraih kemenangan.

Simone Inzaghi

Simone Inzaghi kecewa timnya hanya bermain imbang kala kedatangan tamu AC Milan pada tengah pekan lalu

“Tentu hasil imbang ini, saya sedikit merasa kecewa. Lantaran seharusnya kami dapat memetik kemenangan. Namun, itulah sepakbola, tidak dapat diprediksi dengan akurat,”

“Padahal, kami bermain di depan para fans yang selalu setia mendukung. Tetapi, inilah hasil terbaik untuk kami. Kami akui, bahwa kami sedikit lengah di menit-menit akhir pertandingan,”

“Hasilnya, kami harus membayar mahal dengan terciptanya gol penyama kedudukan.Tentu, hal itu harus segera kami perbaiki, demi meraih poin penuh di setiap pertandingan kedepannya,”  ujar Inzaghi.

Adik dari Filippo Inzaghi tersebut menambahkan bahwa target timnya adalah setidaknya finish lima besar, agar bermain di kancah Eropa pada tahun depan.

“Gelar juara masih cukup terbuka bagi kami. Meskipun kami saat ini tertinggal cukup jauh dari pemuncak klasemen. Tapi, apabila hal itu (gelar juara) tidak lagi memungkinkan, tentu target kami adalah finis setidaknya dalam lima besar,”

“Dengan begitu, kami memiliki tiket untuk bermain di kejuaraan Eropa pada musim depan. Agar hal tersebut terwujud, tentu kami harus memaksimalkan di sisa pertandingan musim ini,” tutup pelatih berkebangsaan Italia.

Vincenzo Montella: Hasil Yang Kurang Memuaskan

Disisi lain, pelatih AC Milan Vincenzo Montella juga mengungkapkan bahwa hasil imbang kontra Lazio pada tengah pekan lalu merupakan hasil yang kurang memuaskan bagi timnya.

Vincenzo Montella

Vincenzo Montella kurang puas akan hasil imbang timnya kala bertandang ke markas Lazio pada tengah pekan lalu

Pasalnya, il Diavolo mampu menguasai jalannya pertandingan dan mampu menciptakan beberapa peluang emas. Namun, tidak mampu menghasilkan gol kemenangan.

“Kami mampu mendominasi jalannya laga, meskipun bermain di markas lawan dengan dukungan penuh para supporter. Hal itu membuktikan bahwa kami memiliki mental yang kuat,”

“Namun, kami tidak dapat memaksimalkan semua peluang emas yang kami peroleh. Bahkan kami harus mengakhiri pertandingan dengan kekalahan. Beruntung, Suso tampil dengan baik untuk membawa kami pulang dengan satu angka,”

“Kami akan terus memperbaiki penampilan kami kedepannya. Tentu guna mengejar target kami, yakni bermain di turnamen Eropa pada musim baru mendatang,” ujar pelatih berusia 42 tahun.

Klasemen Liga Italia AS Roma vs Crotone Pekan ke 24

AS Roma yang bertanding pekan kemarin melawan Cortone di stadion Ezio Scida, sukses memenangkan laga 2-0 di pekan ke 24. Dimana tim asal ibukota tersebut telah kembali berada tempat yang semestinya, di posisi kedua klasemen sementara Seri A musim ini.

Yang mana pada pekan lalu, Roma sempat turun keperingkat ketiga yang diambil alih oleh Napoli. Ketika tim yang berjuluk Partenopei berhasil memenangkan pertandingan melawan Genoa dengan skor akhir 2-0.

Roma Kembali Kejalur Yang Benar

Radja Nainggolan

nainggolan sukses mencetak gol

Tidak lama kemudian dalam hitungan hari, Roma kembali tempati posisinya dalam kemenangan 2-0 berkat gol yang dicetak oleh Radja Nainggolan dan penyerang kawakan Edin Dzeko. Masing-masing gol itu tercipta pada menit ke 40 dan 77 ketika melawan Crotone, Minggu kemarin.

Dalam pertandingan tersebut Roma bisa saja mencetak tiga gol. Akan tetapi, pada babak pertama tim asuhan Luciano Spalletti mendapatkan hadia penalti namun gagal untuk mencetak gol yang dieksekusi oleh Dzeko. Dengan Raihan tiga poin penuh melawan Crotone kemarin. Roma suskses mengumpulkan 53 poin dalam 24 pertandingan, yang hanya berselisih 7 angka dari pemuncak klasemen Juventus musim ini.

Dan Napoli yang harus tersingkir posisi ketiga klasemen, kini berselisih 2 angka dari Giallorossi.  Namun, Francesco Totti dan kawan-kawan tidak begitu saja untuk menyerah memperebutkan gelar Scudetto musim ini dan siap untuk menyusul Old Lady di klasemen.

Pelatih Roma sangat yakin jika tim asuhannya masih memiliki peluang yang besar untuk menduduki peringkat pertama musim ini. Dengan tekad yang dimiliki oleh para pemainnya yang besar Roma dapat menjuarai gelar Scudetto. Dan siap memberikan ancaman bagi Juventus.

Nainggolan dan Dzeko Mengembalikan Posisi Roma di Klasemen

Edin Dzeko

Dzeko kembali mencetak gol untuk roma

AS Roma yang sukses menyingkirkan Napoli yang sempat menduduki posisi kedua di klasemen. Kini harus menerima kenyataan yang harus turun ke peringkat ketiga di Seri A. Dimana mereka mampu memenangkan pertandingan melawan Crotone yang mengakhiri skor 2-0.

Pada pertandingan tersebut Mohamed Salah menunjukkan permainan terbaiknya. Yang mana pemain kelahiran Mesir itu membantul gol dari kaki Radja Nainggolan di menit ke 40 dan Edin Dzko menambah keunggulan di menit 77.

Dengan hasil kemenangan itu, sekarang Roma telah berada dijalur yang sebenarnya di poosisi kedua klasemen sementara Seri A musim ini. Tim asuhan Luciano Spalletti sudah mengkantongi 53 poin dari 24 laga yang mereka jalani. Masih unggul dua poin dari Partenopei yang berada di peringkat ketiga saat ini dan masih tertinggal 7 angka dari pemuncak klasemen, Juventus.

Di laga melawan Crotone yang berlangsung di Stadion Ezio Scida, AS Roma telah memiliki kesempatan emas untuk menghasilkan gol di menit ke 17.  Dimana tim tamu diberikan hadiah penalti oleh wasit seusai Mohamed Salaeh mendapatkan pelanggaran keras dari Giammarco Ferrari.

Sangat disayangkan, Edin Dzeko yang mengeksekusi tendang penalti tersebut tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik. Tendangan yang dilontarkan oleh pemain asal Bosnia hanya melebar dai gawang yang dijaga oleh Alex Cordaz.

Pertandingan yang bejalan dengan sengit, pada menit ke 40 Roma suskses mencuri gol dari tim tuan rumah bekat umpan yang diberikan Salah, lalu Nainggolan mengelebaui bek lawan tidak lama kemudian dilepaskan tembakan gol pun terjadi. Roma yang menguasai permainan di laga tersebut jelang menit berakhir nyaris Totti Cs menggandakan keunggulan.

Dimulainya babak kedua, pertandingan berjalan dengan seru, dimana masing-masing kubu terus memberikan serangan. Dan pada menit ke 77, Edin Dzeko berhasil menambahkan keunggulan yang diberikan dari umpan silang Salah. Skor pun berubah menjadi 2-0.

Berkat hasil laga kemarin melawan Crotone, akan menjadi modal yang baik bagi AS Roma.

Prediksi Lazio vs Milan, Amankan Zona Eropa

Serie A Italia pekan ke 24 akan ditutup dengan pertandingan antara Lazio melawan AC Milan. Laga yang dilangsungkan di Stadio Olimpico, Roma tersebut akan dihelat pada tanggal 14 Februari 2017 pukul 02.45 WIB atau hari Selasa dinihari nanti.

Lazio vs AC Milan

Laga antara Lazio melawan AC Milan diprediksi akan berjalan sengit, lantaran kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi masuk ke zona Eropa

Tentu kedua tim sama-sama mengincar kemenangan demi mengamankan zona Eropa untuk musim depan.

Pasalnya, tim tuan rumah Biancocelesti saat ini masih duduk di peringkat ke enam dengan jumlah angka sebanyak 43 poin. Berjarak hanya dua poin dari Atalanta yang berada satu tingkat diatasnya dan 17 angka dari Juventus yang masih kokoh di puncak klasemen sementara.

Dengan memetik kemenangan, terlebih laga pada hari Selasa dinihari nanti di langsungkan di depan para pendukung sendiri, maka posisi mereka akan beranjak satu tingkat dan memastikan sementara waktu masuk ke zona Eropa musim depan.

Sementara dari kubu tamu, i Rossoneri telah mengantongi 40 angka dari catatan 12 meraih kemenangan, empat hasil imbang dan menelan kekalahan sebanyak tujuh kali.

Perolehan angka tersebut membuat tim yang bermarkas di San Siro Stadium itu harus puas duduk di posisi ketujuh dengan hanya berselisih tiga angka dari lawan yang akan dihadapi pada Selasa dinihari nanti.

Sehingga, apabila tim asuhan Vincenzo Montella mampu membawa pulang poin penuh, maka akan menyamai poin yang diperoleh Lazio dan terus membuka peluang ke zona Eropa musim depan menjadi terbuka lebar.

Di prediksi, laga antara Lazio melawan AC Milan pada Selasa dinihari mendatang akan berjalan dengan ketat dan menarik. Masing-masing tim akan menurunkan pemain dengan kualitas terbaiknya, demi memetik poin penuh.

Prediksi Line Up Lazio vs AC Milan

Dengan sama-sama mengincar kemenangan, maka kedua pelatih dari masing-masing tim tentu akan menerapkan formasi terbaiknya dengan mengandalkan para pemain yang memiliki kualitas hebat.

Stadio Olimpico

Stadio Olimpico akan menjadi venue laga antara Lazio melawan AC Milan

Manajer Lazio, Simone Inzaghi akan kembali menggunakan formasi 4-3-3, yang telah terbukti mampu menghasilkan poin maksimal pada pertandingan pekan lalu kala berhadapan melawan Pescara dengan skor akhir 2-6.

Trio striker yang menempati posisi di depan yakni Felipe Anderson, Ciro Immbole dan Balde Diao Keita. Ketiga striker tersebut akan ditopang oleh Milinković-Savić, Biglia dan pemain yang pada pekan sebelumnya mampu mencetak empat gol, yaitu Parolo.

Lini pertahanan akan ditempati oleh Basta, de Vrij, Hoedt dan Lukaku. Diharapkan, keempat pemain itu mampu kembali memperkokoh lini belakang dan membendung serangan lawan, agar tidak mampu mencetak gol ke gawang yang akan dikawal oleh Marchetti.

Sedangkan dari kubu tamu, pelatih Montella akan menerapkan formasi yang sama yakni 4-3-3 dengan Deulofeu, Carlos Bacca dan Suso mengisi lini serang tim. Di sisi tengah permainan akan dipercayakan oleh Pasalisic, Locatelli dan Honda.

Vangioni, Romagnoli, Zapata dan Abate mengisi lini pertahanan tim. Sementara Donnarumma tetap menjadi pilihan utama dalam urusan penjaga gawang.

Head to Head Lazio vs AC Milan

Pertemuan yang akan berlangsung pada hari Selasa dinihari nanti, merupakan perjumpaan kedua dalam musim ini. Pada pertemuan pertama yang dihelat di San Siro Stadium, il Diavolo mampu memetik kemenangan meyakinkan 2-0 atas tamunya Lazio.

Lazio vs AC Milan

Lazio akan menghadapi perlawanan AC Milan pada hari Selasa dinihari nanti

Sementara berdasarkan lima pertemuan kedua tim di berbagai ajang, masing-masing tim baik Casciavit maupun Biancazzurri sama-sama mengantongi dua kemenangan dan satu pertandingan sisanya harus berakhir imbang.

Pertandingan terakhir yang dilangsungkan di markas Lazio terjadi pada bulan November tahun 2015 lalu, dimana pertandingan tersebut berhasil dimenangkan oleh tim tamu dengan skor 1-3.

Napoli vs Genoa, Mutlak Tiga Poin

Genoa akan melawat ke Stadio San Paolo markas Napoli dalam lanjutan matchday 24 Serie A Italia. Pertandingan akan dilangsungkan pada tanggal 11 Februari 2017 dan dimulai pada pukul 02.45 Waktu Indonesia Barat (WIB). Tiga poin mutlak harus diraih oleh kedua tim, guna memperbaiki posisi di tangga klasemen.

Napoli vs Genoa

Napoli akan melawan Genoa dalam lanjutan matchday 24 Serie A Italia akhir pekan nanti

I Partenopei Gli Azzurri sejauh ini telah mengumpulkan 48 poin dari rincian 14 meraih hasil maksimal, enam laga berakhir imbang dan hanya menelan kekalahan sebanyak tiga kali.

Dengan raihan poin tersebut, Napoli berhak menduduki peringkat ketiga dengan jarak hanya dua poin dari AS Roma yang berada satu peringkat diatasnya dan berselisih sembilan angka dari Juventus yang sejauh ini masih kokoh di puncak klasemen.

Sehingga kemenangan mutlak di raih tim asuhan Maurizio Sarri guna terus membuka kans juara musim ini dan mempertahankan peluang untuk tampil di Liga Champions pada musim depan.

Namun meskipun bermain di depan para pendukung sendiri, Marek Hamsik CS akan mendapatkan perlawanan sengit dari tim tamu. Pasalnya, Genoa tengah berusaha keras untuk menjauhkan posisinya dari zona degradasi.

Hingga pekan ke 23, I Rossoblu hanya mampu memperoleh 25 poin dan harus puas bertengger di urutan ke 16 dengan hanya berjarak 11 angka dari Palermo yang menempati zona merah.

Kemenangan tidak hanya menghindarkan tim asuhan Ivan Juric dari kejaran para tim papan bawah, tetapi juga mampu naik ke peringkat ke 13 yang saat ini diklaim oleh Sassuolo, lantaran hanya berselisih dua poin.

Maurizio Sarri: Kemenangan Menjadi Modal Berharga

Napoli akan menghadapi perlawanan Genoa dalam matchday 24 Serie A Italia pada akhir pekan nanti. Sang manajer Maurizio Sarri menyatakan bahwa kemenangan harus diraih guna menjadi modal berharga sebelum menghadapi Real Madrid di tengah pekan nanti dalam ajang Liga Champions.

Maurizio Sarri

Maurizio Sarri yakin meraih kemenangan kala kedatangan tamu Genoa pada akhir pekan nanti

“Ya, kemenangan harus kami raih pada pertandingan melawan Genoa nanti. Dengan meraih tiga poin, tidak hanya melanjutkan tren positif sejauh ini, tetapi terus menjaga asa dalam perburuan gelar juara,”

“Terlebih lagi pada tengah pekan nanti kami harus menghadapi salah satu tim terbaik dunia saat ini Real Madrid dalam babak 16 besar Liga Champions. Sehingga, dengan memetik kemenangan, mental dan kepercayaan diri para pemain akan meningkat,” ujar Sarri.

Manajer asal Italia tersebut menambahkan bahwa timnya saat ini tengah dalam performa  baik, setelah melewati lima pertandingan terakhir di berbagai ajang dengan tidak menelan kekalahan.

“Saat ini, performa kami dalam tren yang positif dengan lima laga terakhir mampu memetik empat kemenangan dan satu sisanya berakhir imbang. Dengan modal tersebut, kami yakin akan mampu meraih poin penuh,”

“Kami bermain di markas sendiri dengan dukungan penuh para supporter. Jadi, kami tidak ingin mengecewakan mereka,” tutup mantan manajer Empoli.

Ivan Juric Yakin Bawa Pulang Poin Penuh

Sementara disisi lain, manajer Genoa Ivan Juric tidak akan membiarkan kekalahan kembali diterima. Pasalnya sejak pekan ke 17 pada pertengahan bulan Desember lalu, Giovanni Simeone dkk belum mampu meraih kemenangan.

Ivan Juric

Ivan Juric optimis timnya akan membawa pulang poin penuh dari markas Napoli dan memutus tren negatif

Terakhir kalinya I Rossoblu memetik kemenangan kala berhadapan Fiorentina pada pekan ke 16 lalu.

“Meskipun kami bermain di markas lawan dengan tekanan penuh para supporter lawan, kami yakin akan mampu membawa pulang poin maksimal,”

“Dengan poin penuh, bukan hanya menjauhkan dari zona degradasi, tetapi juga memperbaiki posisi di tangga klasemen, sekaligus memutus tren negatif sejauh ini,” ujar pelatih berkebangsaan Kroasia.

Andrea Barzagli Kesakitan di Bagian Paha

Bek andalan Juventus dalam menjaga kedalaman lini pertahanan, Andrea Barzagli dipastikan mengalami cedera paha. Namun, sang pemain terlebih dahulu harus melakukan serangkaian pemeriksaan kesehatan, guna melihat seberapa parah cedera yang dialaminya.

Andrea Barzagli

Andrea Barzagli alami cedera paha pada pertandingan Juventus vs Crotone dinihari tadi

Pemain yang berposisi sebagai bek sentral tersebut terpaksa mendapatkan perawatan, ketika dirinya membela Juventus dalam laga melawan Crotone pada hari Kamis dinihari tadi. Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kedudukan 2-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

Dalam lanjutan matchday 23 yang dihelat di Stadio Ezio Scida tersebut, sejatinya Barzagli hanya bermain selama 12 menit sebelum laga selesai. Namun, di penghujung laga, sang pemain mengalami kesakitan di daerah paha.

Sang manajer Si Nyonya Tua Massimiliano Allegri membenarkan bahwa pemain andalannya tersebut mengalami cedera paha dan berharap cederanya tidak akan memakan waktu perawatan yang lama.

“Benar, Barzagli memberitahukan kepada saya bahwa dirinya mengalami kesakitan di bagian paha. Saya berharap, bahwa dia akan baik-baik saja. Namun, untuk memastikan hal tersebut, Barzagli harus melakukan sejumlah pemeriksaan medis,” ujar pelatih asal Italia.

Adapun dalam laga yang dihelat pada Kamis dinihari, I Bianconeri sukses membawa pulang poin penuh berkat dua gol tanpa balas yang dilesakkan oleh Mario Mandzukic dan striker anyar Gonzalo Higuain pada babak kedua.

Dengan kemenangan tersebut, Juventus semakin kokoh di puncak klasemen, dengan selisih jarak yang cukup lebar dari AS Roma di posisi kedua yakni sebesar tujuh angka.

Proses Penanganan Cedera Pemain Sepakbola

Sepakbola merupakan jenis olahraga yang mengandalkan kekuatan fisik tubuh. Sehingga, benturan antar pemain tidak dapat dihindari. Dengan demikian, cedera dapat dialami oleh setiap pemain sepakbola.

Tim Medis

Pemain sepakbola yang mengalami cedera harus segera mendapatkan perawatan dari tim medis

Termasuk Andrea Barzagli, yang hanya bermain selama 12 menit saat laga antara Juventus melawan Crotone pada hari Kamis dinihari tadi.

Pemain yang mengalami cedera harus mendapatkan perawatan tim medis, agar dapat kembali merumput. Namun, sebelum mengobati cedera, sang pemain harus terlebih dahulu dilarikan ke rumah sakit. Tujuannya untuk mengetahui apakah cedera yang dialaminya itu dapat membahayakan keselamatan jiwa.

Setelah dicek oleh tim dokter dan menyatakan bahwa sebuah cedera yang dialami oleh seorang pemain, maka langkah berikutnya adalah memberikan pengobatan cedera tersebut dengan dua cara, yakni sistem RICE dan Tradisional.

Proses Penyembuhan Cedera Dengan Sistem Rice

RICE merupakan singkatan dari Rest (Istirahat), Ice (Es), Compression (Kompres) dan Elevation (Elevasi). Setiap komponen memiliki peran dan fungsi masing-masing untuk proses penyembuhan cedera pemain sepakbola.

RICE

RICE merupakan salah satu cara untuk mengobati cedera para pemain sepakbola

  • Rest (Istirahat)

Tahap pertama dalam sistem RICE adalah Rest yang berarti mengistirahatkan. Adapun tujuannya yakni agar bagian extremitas yang mengalami cedera tidak bertambah parah ataupun untuk meminimalisir.

Dengan istirahat, maka mampu mengurangi pembengkakan dan nyeri, serta menghindari beberapa gesekan antar sendi, rangka dan otot.

  • Ice (Es)

Penggunaan es ini sangatlah penting dan mutlak harus dilakukan dalam menangani cedera pemain. Dengan menggunakan es, maka dapat mengurangi akibat pembengkakan dan memperparah jaringan tubuh.

  • Compression (Kompres)

Kompres dilakukan dengan cara memberikan balutan berupa bandage ataupun perban ke bagian cedera, dengan tujuan untuk menghindari penumpukan cairan yang dapat mengakibatkan pembengkakan.

Tidak hanya itu saja, kegunaan tahap ketiga ini juga sebagai peng-fiksasi atau penyangga gerakan extremitas supaya tidak bergerak. Tentu hal tersebut berguna agar tidak meluasnya jaringan yang mengalami kerusakan.

  • Elevation (Elevasi)

Terakhir dalam penanganan cedera sistem RICE adalah elevasi, yang memiliki fungsi sebagai fasilitator suplai darah.

AS Roma Tempel Ketat Juventus

Serie A pekan ke 23 ditutup dengan laga antara AS Roma melawan Fiorentina pada hari Rabu dinihari tadi. Serigala Ibukota yang bermain di depan para pendukungnya sendiri mampu mengandaskan perlawanan La Viola dengan skor meyakinkan 4-0.

AS Roma

AS Roma terus tempel Juventus di tangga klasemen Serie A Italia

Tambahan tiga poin penuh tersebut membuat posisi tim asuhan Luciano Spalletti kini menduduki peringkat kedua dengan raihan 50 poin atau naik satu peringkat dan menggeser posisi Napoli.

Kemenangan tersebut juga terus membuat kans juara Roma menjadi lebih besar. Pasalnya, terus menempel Juventus yang masih sangat kokoh di puncak klasemen dengan jarak cukup aman yakni 4 angka.

Namun, jarak empat poin tersebut masih dapat bertambah, lantaran Si Nyonya Tua mengantongi satu pertandingan tabungan yang belum dimainkan, yaitu kala melawan Crotone pada bulan Desember 2016 lalu.

Tetapi, selisih dengan I Partenopei Gli Azzurri yang berada urutan ketiga hanya sebesar dua poin. Itu berarti, satu kekalahan dapat menggeser posisi mereka di tangga klasemen sementara.

Roma Taklukkan Fiorentina

Keberhasilan AS Roma kembali menduduki posisi kedua dan mengkudeta tempat Napoli, tidak terlepas dari hasil laga melawan Fiorentina di Olimpico Stadium pada hari Rabu dinihari tadi, yang berakhir dengan kedudukan 4-0 untuk keunggulan tim tuan rumah.

AS Roma vs Fiorentina

AS Roma mampu mengalahkan perlawanan Fiorentina dengan skor 4-0 di Olimpico Stadium, Rabu dinihari tadi

Bermain di depan para fans dengan dukungan penuh, i Giallorossi langsung menggebrak lini pertahanan tim tamu. Namun, justru peluang emas pertama diciptakan oleh La Viola di menit ke 8.

Tembakan keras Borja Valero hampir saja mampu merobek jala gawang tim tuan rumah, andai saja tidak mengenai Konstas Manolas.

Setelah situasi tersebut, kedua tim saling melancarkan serangan ke lini pertahanan masing-masing lawan. Di menit ke 14, Gigliati kembali menebar ancaman melalui pemain muda mereka, Federico Chiesa. Begitu pula dengan Roma yang mencoba mencetak gol dari aksi Bruno Peres.

Gol yang ditunggu-tunggu oleh Romanisti akhirnya tercipta di menit ke 39. Adalah Edin Dzeko, yang sukses memanfaatkan umpan matang dari Daniele De Rossi, yang sebelumnya melakukan akselerasi dari lini tengah permainan.

Skor 1-0 berakhir hingga turun minum. Memasuki paruh kedua, Totti CS masih mempertahankan tempo permainan, dengan tim tamu yang terus berusaha bangkit menyamakan kedudukan.

Pada menit ke 58, Federico Fazio sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. Pemain pinjaman Tottenham Hotspur tersebut mampu menyarangkan bola ke gawang yang dikawal oleh Anton Ciprian Tatarusanu melalui tandukannya setelah menerima umpan yang lagi-lagi dikirimkan oleh De Rossi.

Penampilan apik pasukan Serigala Ibukota terus merepotkan lini pertahanan Fiorentina. Hasilnya, gol ketiga tim tuan rumah tercipta di menit ke 75, melalui skema serangan balik yang dimotori Kevin Strootman dan mampu dimaksimalkan oleh Radja Nainggolan.

Delapan menit berselang, penyerang asal Bosnia and Herzegovina kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol kedua dari Dzeko tersebut merupakan gol ke 27 sepanjang musim ini.

Fiorentina yang berusaha untuk mencoba mencetak gol ke gawang Wojciech Szczęsny, namun usahanya selalu kandas. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 4-0 bertahan untuk keunggulan AS Roma.

Dzeko: Saya Terus Bekerja Keras

Pencetak dua gol dalam laga antara AS Roma melawan Fiorentina dalam lanjutan matchday ke 23 Serie A, Edin Dzeko mengungkapkan bahwa dirinya akan terus berusaha keras demi membantu tim meraih kemenangan.

Edin Dzeko

Edin Dzeko mencetak dua gol dalam kemenangan 4-0 AS Roma melawan Fiorentina

“Saya terus meningkatkan kemampuan finishing saya dengan tidak berhenti berlatih. Tentu, saya ingin membantu tim meraih kemenangan di setiap pertandingan. Hingga di akhir musim nanti kami mampu mengangkat trofi Scudetto,” ungkap Dzeko.

Juventus Nyaman di Puncak Klasemen Serie A

Laga AS Roma melawan Fiorentina pada hari Rabu dinihari nanti, merupakan laga pamungkas matchday 23 Serie A. Hasil dari laga tersebut tidak akan mempengaruhi posisi puncak yang sejauh ini masih dipegang oleh Juventus.

Juventus

Juventus terus kokoh di puncak klasemen sementara Serie A

I Bianconeri kokoh di puncak klasemen dengan raihan 54 poin. Dengan rincian 18 meraup poin maksimal dan hanya menelan empat kali kekalahan, belum pernah mengakhiri laga dengan hasil imbang.

Berselisih enam poin dari pesaing terdekatnya, Napoli yang menduduki peringkat kedua. Namun, jarak angka tersebut masih dapat bertambah. Pasalnya, Si Nyonya Tua masih mengantongi satu laga yang belum dimainkan, kala bertandang ke markas Crotone di pekan ke 18.

Laga yang seharusnya dihelat bulan Desember lalu harus ditunda, lantaran Juventus harus terbang ke Doha, Qatar untuk melakoni partai final Super Coppa Italiana melawan AC Milan. Pertandingan tersebut berakhir di babak adu penalti dan I Rossoneri sukses keluar sebagai sang juara.

Sementara di peringkat ketiga diklaim oleh Serigala Ibukota dengan jarak satu poin dari I Partenopei Gli Azzurri. Sehingga, apabila laga melawan La Viola pada Rabu dinihari nanti merih poin maksimal, maka posisinya otomatis naik satu peringkat.

Posisi keempat, ditempati oleh Lazio dengan raihan 43 angka. Disusul Inter Mian di urutan kelima dengan selisih satu poin. Atalanta, Fiorentina, Milan, Torino dan Sampdoria berturut-turut duduk di peringkat keenam hingga sepuluh besar.

Palermo yang mampu meraih hasil maksimal kala berhadapan melawan Crotone, tidak cukup untuk membawa mereka keluar dari zona degradasi sementara. Pitagorici dan Pescara melengkapi zona merah.

Allegri Percaya Diri Mampu Raih Gelar Juara

Juventus secara perkasa mampu bertahan di puncak klasemen hingga pekan ke 23 dengan jarak yang cukup jauh dari pesaing terdekat. Hal tersebut membuat sang pelatih Massimiliano Allegri merasa percaya diri, bahwa timnya akan mampu menjadi juara di akhir musim.

Massimiliano Allegri

Massimiliano Allegri merasa percaya diri bahwa timnya akan mampu mempertahankan gelar juara

Dengan demikian, I Bianconeri mampu mempertahankan gelar juara di musim lalu, dan sekaligus menjadikan mereka sebagai satu-satunya tim yang mampu meraih gelar juara sebanyak enam kali berturut-turut.

“Dengan performa tim seperti ini, saya rasa kami akan mampu mengunci gelar juara di akhir musim nanti,” ungkap Allegri.

Mantan manajer AC Milan tersebut menambahkan bahwa kans juara sangat terbuka lebar bagi timnya, dengan jarak yang cukup aman dari para pesaing terdekatnya di tangga klasemen.

“Jarak dengan pesaing terdekat kami cukup jauh dan aman. Dengan begitu, kans juara kami sangatlah terbuka lebar. Kami yakin akan mampu mempertahankan gelar juara dan mencatatkan sejarah di dunia sepakbola,”

“Namun tentu dengan catatan, kami harus mempertahankan performa ini sebaik mungkin dan memaksimalkan setiap pertandingan kedepannya,” tutup manajer berkebangsaan Italia.

Giorgio Chiellini: Kami Akan Jadi Juara

Senada dengan pernyataan sang pelatih Allegri, Giorgio Chiellini mengungkapkan bahwa timnya akan menjadi juara Serie A pada akhir musim nanti. “Saya rasa, kami akan meraih gelar juara pada akhirnya nanti,” ungkap Chiellini.

Giorgio Chiellini

Giorgio Chiellini yakin timnya akan meraih gelar juara di akhir musim

Pemain yang bermain di posisi pertahanan tersebut menambahkan, gelar juara akan didapatkan dengan kerja keras dan terus berlatih serta memaksimalkan setiap laga.

“Tentu, untuk menjadi juara, maka kami harus terus berlatih dan tampil di setiap pertandingan dengan sebaik mungkin. Dengan begitu, kami akan benar-benar memperoleh apa yang kita inginkan. Kami juga terus mewaspadai perlawanan dari tim-tim yang ingin mengalahkan kami,” ungkap kapten kedua Juventus.

Roma vs Fiorentina, Kembali Ke Jalur Kemenangan

Serie A pekan ke 23 akan ditutup dengan laga antara AS Roma melawan Fiorentina. Pertandingan tersebut dihelat di Stadio Olimpico pada tanggal 8 Februari 2017, pukul 02.45 WIB atau pada hari Rabu dinihari. Tim tuan rumah mengusung misi kembali meraih kemenangan, kala pada pekan sebelumnya harus menelan kekalahan.

Roma vs Fiorentina

Kedua tim akan bersua pada hari Rabu dinihari mendatang

Serigala Ibukota pada lanjutan matchday ke 22 harus bertandang ke markas Sampdoria. Dengan kekuatan penuh, tim asuhan Luciano Spalletti tak mampu membawa pulang poin penuh.

Padahal dalam laga tersebut, Bruno Peres sudah membawa timnya unggul terlebih dahulu. Sebelum disamakan oleh Praet. Namun, kembali unggul lewat Edin Dzeko, hingga akhirnya harus dibalas dua gol melalui Schick dan Muriel.

Tentu dengan kekalahan tersebut, posisi mereka di urutan kedua tangga klasemen sementara waktu harus diambil alih oleh Napoli. Tetapi, apabila meraih kemenangan pada laga Rabu dinihari nanti, maka posisi mereka akan kembali ke peringkat kedua.

Meskipun pada pekan lalu harus takluk, akan tetapi pada pertandingan terakhir melawan Cesena di ajang Coppa Italia, Francesco Totti sukses mengantarkan timnya lolos ke babak semifinal dan akan berhadapan dengan Lazio.

Sehingga, tingkat kepercayaan diri para pemain i Giallorossi kembali normal. Terlebih lagi, laga nanti akan dihelat di markas kebanggaan mereka dengan dukungan penuh para supporter yang datang memenuhi stadion.

Sementara dari kubu tamu, La Viola saat ini menduduki peringkat ke tujuh dengan raihan 37 poin. Terpaut hanya lima angka saja dari Inter Milan yang menempati posisi paling akhir zona Eropa.

Dengan begitu, kemenangan juga mutlak harus diraih oleh tim asuhan Paulo Sousa untuk menjaga kans bermain di kancah kejuaraan Eropa pada musim depan.

Walaupun mereka bermain di markas lawan dengan penuh tekanan dari para fans tuan rumah, akan tetapi tingkat kepercayaan para pemain terbilang tinggi. Pasalnya, pada pekan lalu Cristian Tello CS meraih kemenangan kala bertandang ke markas Pescara dengan skor tipis 1-2.

Laga antara Roma melawan Fiorentina diprediksi akan berjalan dengan sengit dan ketat. Mengingat kedua tim sama-sama mengincar kemenangan agar terus memperbaiki posisi di tangga klasemen.

Perkiraan Line Up

Baik Serigala Ibukota maupun La Viola sama-sama ingin meraih hasil maksimal. Sehingga, kedua pelatih tentu akan menerapkan formasi andalannya dengan para pemain terbaik.

Stadio Olimpico

Laga antara AS Roma melawan Fiorentina akan tersaji di Stadio Olimpico

Manajer Roma, Luciano Spalletti menggunakan formasi 3-4-2-1 dengan sang legenda hidup klub Francesco Totti sebagai ujung tombak. El Shaarawy berduet bersama Perotti di belakang striker tunggal.

Bruno Peres, Strootman, Paredes dan Mario Rui saling berbagi peran di lini tengah. Sedangkan di lini pertahanan, diperankan oleh Juan Jesus, Manolas dan Rudiger. Kiper pinjaman dari Arsenal, Wojciech Szczesny tetap menjadi pilihan utama.

Dari kubu lawan, pelatih Paulo Sousa juga akan menggunakan formasi yang serupa yakni 3-4-2-1. Babacar diplot sebagai penyerang tunggal dan dibantu oleh duet Borja Valero bersama llicic.

Cristian Tello, Badelj, Vecino dan Olivera bersatu padu bermain di posisi tengah. Sementara, posisi belakang diisi oleh Tomovic, De Maio dan Sanchez. Sportiello tetap dipercaya sebagai penjaga gawang.

Catatan Pertemuan Kedua Tim

Dalam lima pertemuan terakhir kedua tim, baik AS Roma maupun Fiorentina sama-sama meraih kemenangan sebanyak dua kali dan satu laga sisanya harus berakhir imbang.

Roma vs Fiorentina

Roma akan menghadapi perlawanan sengit Fiorentina dalam pekan ke 23 Serie A

Sementara pertandingan terakhir yang dilakoni oleh kedua klub terjadi pada bulan September lalu, dimana La Viola kala itu bermain di markas sendiri dan mampu memetik kemenangan tipis 1-0.

Sedangkan laga terakhir yang dimainkan di markas AS Roma, Serigala Ibukota secara perkasa meraih kemenangan maksimalkan dengan skor 4-1.